RINGKSAN CERITA “ ANGGUN CIK TUNGGAL”
Raja Tiku Pariaman berputra delapan orang. Empat orang pria dan empat orang wanita yang cantik-cantik. Putrid yang bungsu bernama Gondan Ganton Sari yang memelihara kemenakannya bernama Putri Gondan Permai.
Mendengar kecantikan putrid-putri Tiku, timbulah keinginan Raja Bedurai Putih dari Negeri Tambang Papan untuk memperistri keempat putrid itu. Permintaan itu ditolak oleh Raja Tiku Pariaman. Maka berangkatlah Raja Bedurai Putih dengan perlengkapan perang untuk menghancurka Tiku Pariaman, Raja dan Permaisuri terbunuh, putra dan putrinya ditawan, dan Tiku Pariaman takluk kepada Raja Tambang Papan. Hanya Putri Gondan Ganto Sari dan Putri Gondan Permai tidak tertangkap karena mereka bersembunyi.
Putrid Gondan Permai menikah dengan Raja Situmpuk Alam dari negeri Payung Sekaki. Atas perkawinan itu lahirlah Anggun Cik Tunggal. Setelah Anggun Cik Tunggal dewasa dipertunangkan dengan Gondan Gandariah, putrid Maharaja Laksamana, Raja Tiku Benua.
Lengkaplah ilmu pengetehuan dan kecakapan Anggun Cik Tunggal. Setelah sering bermain dan mengalahkan nahkoda Bahar dalam pencak silat dan permainan catur, maka dihasutlah ia oleh Nahkoda Bahar, agar Anggun Cik Tunggal mau menuntut balas nenek moyangnya yang telah ditawan oleh Badurai Putih. Sebelum berpisah, ia dan tunanganya Gondan Gandariah, berteguh-teguh janji tidak akan menikah keduanya dengan siapapun, jika tidak Anggun Cik Tunggal dengan Gondan Gandariah. Kalau Anggun yang mengingkari janji, ia akan menjadi kera putih.
Raja Bedurai Putih dapat dibinasakan, dibunuh di atas kapal. Anggun Cik Tunggal terus menemui raja Perenggi (Portugis) di Teluk Sinai Tambang Papan untuk melepaskan tawanan dari Tiku Pariaman. Kemudian Anggun pergi ke Bandan menemui Raja Sianggerai (Inggris) juga untuk melepaskan nenek-neneknya yang juga ditawan di sana. Raja Sienggerai mengabulkan permintaan Anggun Cik Tunggal. Di Bandan akhirnya ia menikah dengan putrid raja Sanggerai yang bernama putrid Kaca Bertuang. Karena Anggun Cik tunggal ingkar janji, sekonyong-konyog ia menjelma sebagai Siamang Putih. Dengan kesaktian Putri Kaca Bertuang dilecutinya Siameng itu dengan tujuh lidi hijau sehingga ia menjadi manusia kembali Anggun Cik Tunggal.
Nahkoda Bahar menyampaikan kabar bohong. Dikatakannya kepada Gondan Gandariah bahwa Anggun Cik Tunggal telah gugur dalam peperangan. Dikatakannya bahawa Anggun Cuk Tunggal berpesan agar Gondan Gandariah menikah dengan dia. Putrid Gondan Gandariah percaya dan mereka menikah. Setelah selesai upacara pernikahan, tiba-tiba Gondan Gandariah berubah menjadi seekor kera putih. Ahli njum mengatakan bahwa Nahkoda bahar telah berbohong sehingga ia menjadi seekor kera putih. Akibat dari perbuatannyaitu akhirnya nahkoda Bahar dibunuh.
Setelah Anggun Cik Tunggal kembali ke Tiki Benua, diobatinya Gondan Gandriah dengan melecutkan tujuh batang lidi hijau ke badannya. Kera putih kembali menjadi putrid Gondan Gandariah. Dilangsungkanlah pernikahan Anggun Cik Tunggal dengan Putri Gondan Gandariah, untuk menepati janji mereka berdua dahulu.
Ketika dilihat oleh Putri Kaca Bertuang dengan kesaktiannya, bahwa Anggun Cik Tunggal melanggar janji yang pernah di ucapkan kepadanya, maka dengan ilmunya dikutuklah Anggun Cik Tunggal serta Gondan Gandariah dari jauh. Anggun Cik Tunggal menjadi siamang putih dan Gondan Gandariah menjadi kera putih. Karena mereka merasa malu, akhirnya mereka malu lari menjauhkan diri ke dalam hutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar